Tanjungpuro.desa.id – Minggu, 30/08/2020 kemaren warga di Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo bergotong royong memperbaiki jembatan gantung desa Tanjungpuro yang rusak parah. Mereka berharap pemerintah kabupaten (Pemkab) Pacitan segera membangun akses jembatan Tanjungpuro yang memadai. Jembatan yang merupakan akses menuju dusun Beton itu kondisinya rusak parah meski Pemdes Tanjungpuro selalu melakukan pemeliharaan secara rutin.
Menurut Hermanto Adi, Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjungpuro, di tahun 2020 ini Pemdes Tanjungpuro sudah melakukan pemeliharaan sebanyak empat kali untuk jembatan gantung tersebut.
“Pemdes Tanjungpuro sudah mengalokasikan dana sebanyak tiga puluh enam jutaan untuk pembelian plat bordes sebagai penutup papan agar papan jembatan tidak terlalu sering rusak. Namun ternyata dana itu belum mencukupi untuk menutup semua papan jembatan yang panjangnya lebih dari 150 meter tersebut sehingga sisanya kami putuskan untuk menutupinya menggunakan sesek (anyaman bambu) untuk meminimalisir kerusakan yang terlalu parah,” imbuh Sekdes Tanjungpuro.
Meski dalam kondisi rusak parah, namun warga desa Tanjungpuro seolah tak peduli dengan kondisi jembatan, warga di desa Tanjungpuro tetap mempergunakan jembatan tersebut. Alasan warga nekat menyeberangi jembatan yang membahayakan tersebut adalah karena jembatan tersebut satu-satunya sarana penghubung.
“Karena jalan ini satu-satunya, soalnya nanti kalo lewat jembatan satunya terlalu jauh. Jadi Saya terpaksa menyeberang jalan ini untuk mempercepat ke balai desa,” terang Sugiarto, salah satu warga dusun Beton, Desa Tanjungpuro.
Bahkan jika kami hendak menuju ke pasar, imbuh Sugiarto, jarak yang ditempuh adalah 12 km memutar melewati Desa sebelah, yakni Desa Hadiwarno. Saat hujan deras datang, jembatan in juga sering rusak karena hanya dilapisi balok kayu.
“Pemdes Tanjungpuro sebenarnya sudah mengupayakan perbaikan secara berkala, akan tetapi jembatan ini tetap saja kondisinya cepat rusak jika hanya menggunakan papan kayu sebagai landasannya karena ramainya pengguna jembatan gantung ini. Bukan hanya warga Desa Tanjungpuro saja yang menggunakan jembatan ini, warga desa Hadiwarno, Wiyoro, Ngadirojo, dan desa-desa lain pun banyak yang melewati jembatan ini, sehingga memang seharusnya jembatan ini dibangun dengan sarana yang lebih memadai,” ujar Tukiyadi, Kades Tanjungpuro.
“Jembatan yang merupakan akses menuju dusun beton ini kami perbaiki dengan menambahkan anyaman bambu di atasnya. Semoga dengan cara ini, jembatan gantung tersebut semakin aman dan nyaman untuk dilewati, setidaknya untuk beberapa bulan ke depan”, imbuhnya.