Logo Desa

Desa Tanjungpuro

Kabupaten Pacitan
Provinsi Jawa Timur

Loading

Desa Tanjungpuro

Perayaan

Hari Anak Nasional

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Kantor Desa Tanjungpuro membuka pelayanan publik pada hari Senin - Kamis pukul 08.00 - 14.00, Jumat pukul 08.00 - 11.00. Selamat datang di website Desa Tanjungpuro Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan

Berita Desa

Tanjungpuro.desa.id – Menurut catatan Babad Lorog pada abad ke-17, datanglah seorang putra raja dari tanah Bandung Priangan. Beliau kemudian bersuwita atau mengabdi kepada Adipati Batara Katong di Ponorogo. Dalam pengabdiannya, ia memohon izin untuk membuka hutan dan menjadikannya sebagai pedesaan. Permintaan itu dikabulkan oleh sang Adipati, dan ia diberi hutan di daerah pantai selatan untuk dikelola. Sejak saat itu dimulailah pembabatan hutan yang kemudian berubah menjadi pemukiman. Dari sekian banyak wilayah yang dibabat, daerah Loroklah yang dipilih sebagai tempat bermukim karena tanahnya subur, datarannya luas, dan ketersediaan airnya melimpah.

Karena berasal dari Bandung Priangan, tokoh tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Kyai Bandung atau Ki Ageng Bandung. Daerah tempat tinggalnya lantas dinamakan Desa Bandung, menyesuaikan dengan nama asal beliau yang menjadi cikal bakal kawasan tersebut.

Suatu hari, Ki Ageng Bandung menjelajah hutan ke arah timur dari Dusun Bandung. Dalam perjalanannya, ia mendengar suara burung perkutut yang bersahut-sahutan. Rasa penasarannya mendorong ia mendekati arah suara itu hingga sampai pada sebuah pohon tanjung kembar atau pohon tanjung sakembaran. Di tempat itu, ia mendapati pemandangan mengejutkan. Tepat di sebelah utara pohon berdiri sebuah pendapa berbentuk joglo, sementara di sebelah selatannya terdapat sebuah masjid berpagar bata merah mentah dengan atap ilalang serta sebuah gapura di depannya. Anehnya, seluruh bangunan tersebut tidak berpenghuni dan tampak sunyi.

Dengan penuh rasa heran, Ki Ageng Bandung masuk ke pendapa. Di dalamnya ia menemukan sebuah surat berbahasa Jawa kuno. Isi tulisan itu berbunyi:

“Manawa alas iki wis babad sarta wis dadi desa reja, pandhapa iki dak cadangkake sapa kang dadi lurah. Lan masjid ing sakidul kulone iki dienggo panggonan mulang santri. Dene kang agawe pandhapa lan masjid iki aku, Sunan Geseng”.

Jika diartikan, surat tersebut berisikan:

“Apabila hutan ini sudah dibabat dan menjadi desa yang makmur, pendapa ini aku ujukan untuk siapa yang akan menjadi kepala desa. Masjid di sebelah tenggara nanti digunakan untuk tempat belajar para santri. Yang membangun pendapa dan masjid aku, Sunan Geseng”.

Setelah membaca surat tersebut, ia kemudian masuk ke masjid dan melihat sebuah kepek atau tas anyaman yang tergantung di atap. Saat dibuka, kepek itu berisi jubah poleng, baju putih tenun Jawa, sorban, serta beberapa peralatan pertukangan seperti tatah, pahat, dan gergaji yang sudah menyatu karena berkarat. Setelah mengetahui isinya, kepek itu dikembalikan dan digantungkan pada tempat semula.

Kisah ini sejalan dengan penuturan turun-temurun yang hidup di masyarakat. Masjid kecil yang ditemukan Ki Ageng Bandung kemudian dikenal sebagai Masjid Nurul Huda, sebuah masjid tiban yang dipercaya muncul secara tiba-tiba dan memiliki nilai keramat. Hingga kini, benda-benda peninggalan yang ditemukan, termasuk kepek berisi jubah dan perlengkapan lainnya, masih tersimpan rapi di dalam kotak kayu berbalut kain putih yang dirawat secara turun-temurun.

Dalam perjalanan hidupnya, Ki Ageng Bandung diketahui merupakan bangsawan dari Padjajaran, Jawa Barat, yang meninggalkan tanah Priangan setelah kalah dalam perebutan kekuasaan dengan adiknya. Setelah itu, ia mengabdi kepada Kerajaan Pajang di Jawa Tengah, lalu sampai ke wilayah Ngadirojo bersama salah satu muridnya, Panji Sanjayarangin. Sebelum bermukim di Lorok, ia juga sempat membuka pemukiman di Desa Sangrahan, Kecamatan Kebonagung, dan Desa Nglaran, Kecamatan Tulakan.

Masjid Nurul Huda yang berada di tengah hutan Lorok hingga kini masih berdiri kokoh meski hanya mengalami beberapa kali renovasi. Peristiwa-peristiwa unik kerap terjadi selama pemugaran masjid, seperti kelumpuhan mendadak yang dialami pemangku masjid dan sembuh dengan sendirinya setelah renovasi selesai. Masjid ini juga memiliki pantangan tertentu, misalnya larangan bagi perempuan yang sedang haid untuk masuk ke dalam masjid, serta larangan buang air kecil sembarangan di sekitar kawasan masjid.

Di dekat masjid terdapat sebuah sumur yang airnya dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit. Banyak peziarah dari dalam maupun luar daerah datang untuk mengambil air dari sumur tersebut. Bahkan, menurut cerita, beberapa pejabat pemerintah pernah berkunjung ke masjid ini pada masa Presiden Soeharto masih menjabat.

Seiring berjalannya waktu, hutan yang dibabat Ki Ageng Bandung dan keturunannya kemudian berkembang menjadi sebuah desa yang makmur. Nama Tanjungpuro diberikan karena adanya pohon tanjung sakembaran di tempat ditemukannya masjid, serta adanya sebuah gapura di depannya. Nama ini terus digunakan hingga sekarang sebagai identitas desa yang menyimpan sejarah panjang dan nilai religius yang tinggi.

Hingga hari ini, Masjid Nurul Huda tetap menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat Desa Tanjungpuro. Setiap salat Jumat maupun tarawih di bulan Ramadan, masjid ini selalu dipenuhi jamaah, tidak hanya dari warga sekitar tetapi juga dari luar kota. Masjid keramat ini bukan hanya menjadi saksi bisu sejarah lahirnya Desa Tanjungpuro, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, spiritualitas, dan perjalanan panjang masyarakatnya sejak masa Ki Ageng Bandung hingga generasi sekarang.

Desa

905

Laki-laki

Laki-laki 905 penduduk

929

Perempuan

Perempuan 929 penduduk

1,834

JUMLAH

0

BELUM MENGISI

1,834

TOTAL

TOTAL 1,834 penduduk

SMART INSIGHT

Total

1,834

Jiwa


Data Per 06 Juli 2026
Produktif

68.8%

1,262 Jiwa


Persentase dari total penduduk
Lansia

15.4%

282 Jiwa


Perlu perhatian khusus
Tumbuh

0

Jiwa (Bulan Ini)


Tetap (tidak ada perubahan)

PERKEMBANGAN PENDUDUK (2 BULAN TERAKHIR)

KATEGORI BULAN INI
01 Jul - 31 Jul 2026
BULAN LALU
01 Jun - 30 Jun 2026
PERUBAHAN
Kelahiran 0 3 (Lihat) -3 ↘
Kematian 0 2 (Lihat) -2 ↘
Masuk 0 2 (Lihat) -2 ↘
Pindah 0 1 (Lihat) -1 ↘
Total Pertumbuhan 0 +2 -2 ↘

INSIGHT CEPAT

Pertumbuhan penduduk bulan ini tercatat Tetap sebesar 0 jiwa, turun 2 jiwa dari bulan lalu.
Terdapat 0 kelahiran baru, menunjukkan regenerasi penduduk yang perlu diperhatikan.
Dominasi usia produktif sebesar 68.8% merupakan potensi besar bagi tenaga kerja lokal dan pengembangan ekonomi desa.
Populasi lansia mencapai 15.4% (282 jiwa), memerlukan perhatian lebih pada program jaminan kesehatan sosial.
Aktivitas administrasi mencatat nol dokumen pelayanan surat pada bulan ini.

PERKEMBANGAN PENDUDUK

DISTRIBUSI USIA

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

TUKIYADI

Tidak Ada di Kantor

Sekretaris Desa

ISWAHYUDI

Tidak Ada di Kantor

Kasi Pelayanan

HERMANTO ADI

Tidak Ada di Kantor

Kasi Kesejahteraan Rakyat

KUSUMA HADI PURNAWAN

Tidak Ada di Kantor

Kasi Pemerintahan

AMIN JUNAINI

Tidak Ada di Kantor

Kaur Tata Usaha dan Umum

KARJUNI

Tidak Ada di Kantor

Kaur Perencanaan

SUPARYADI

Tidak Ada di Kantor

Kaur Keuangan

ENIK MUHEMIN

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun Tanjung

BAMBANG WASITO

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun Beton

SUGIARTO

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun Krajan Lor

MARGONO

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun Krajan Kidul

AJI INDRA WAHYUDI

Tidak Ada di Kantor
Jam Kerja
Hari Masuk Keluar
Senin 08:00:00 14:00:00
Selasa 08:00:00 14:00:00
Rabu 08:00:00 14:00:00
Kamis 08:00:00 14:00:00
Jumat 08:00:00 11:30:00
Sabtu Libur
Minggu Libur
Statistik Pengunjung
Hari ini : 21
Kemarin : 131
Total Pengunjung : 318.544
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.32
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v206.16
Jam Kerja
Hari Masuk Keluar
Senin 08:00:00 14:00:00
Selasa 08:00:00 14:00:00
Rabu 08:00:00 14:00:00
Kamis 08:00:00 14:00:00
Jumat 08:00:00 11:30:00
Sabtu Libur
Minggu Libur
Statistik Pengunjung
Hari ini : 21
Kemarin : 131
Total Pengunjung : 318.544
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.32
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v206.16

Transparansi Anggaran

APBD 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Rp. 701.891.961,00 Rp. 1.680.769.011,00

42%

Belanja

Realisasi | Anggaran

Rp. 205.858.290,00 Rp. 1.124.477.776,00

18%

Pembiayaan

Realisasi | Anggaran

Rp. 46.554.557,00 Rp. 46.554.557,00

100%

APBD 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 0,00 Rp. 12.000.000,00

0%

Hasil Aset Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 14.910.000,00 Rp. 85.400.000,00

17%

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 0,00 Rp. 80.300.000,00

0%

Dana Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 613.191.600,00 Rp. 1.021.986.000,00

60%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Realisasi | Anggaran

Rp. 0,00 Rp. 32.589.011,00

0%

Alokasi Dana Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 73.729.854,00 Rp. 445.494.000,00

17%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Realisasi | Anggaran

Rp. 0,00 Rp. 1.200.000,00

0%

Bunga Bank

Realisasi | Anggaran

Rp. 60.507,00 Rp. 1.800.000,00

3%

APBD 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 84.702.290,00 Rp. 740.735.860,00

11%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 118.756.000,00 Rp. 366.554.000,00

32%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 2.400.000,00 Rp. 17.187.916,00

14%
Pemerintah Desa

TUKIYADI

Kepala Desa


Tidak Ada di Kantor

ISWAHYUDI

Sekretaris Desa
Tidak Ada di Kantor

HERMANTO ADI

Kasi Pelayanan
Tidak Ada di Kantor

KUSUMA HADI PURNAWAN

Kasi Kesejahteraan Rakyat
Tidak Ada di Kantor

AMIN JUNAINI

Kasi Pemerintahan
Tidak Ada di Kantor

KARJUNI

Kaur Tata Usaha dan Umum
Tidak Ada di Kantor

SUPARYADI

Kaur Perencanaan
Tidak Ada di Kantor

ENIK MUHEMIN

Kaur Keuangan
Tidak Ada di Kantor

BAMBANG WASITO

Kepala Dusun Tanjung
Tidak Ada di Kantor

SUGIARTO

Kepala Dusun Beton
Tidak Ada di Kantor

MARGONO

Kepala Dusun Krajan Lor
Tidak Ada di Kantor

AJI INDRA WAHYUDI

Kepala Dusun Krajan Kidul
Tidak Ada di Kantor